Sunday, March 17, 2013

makalah : mitos dan tokoh tokoh pembaharuan



BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di Era Globalisasi modern ini, segala bentuk mitos masih ada yang dipakai para orang tua untuk menasehati anaknya, mitos di Indonesia biasanya menceritakan tentang terjadinya alam semesta, terjadinya susunan para dewa, dunia dewata, dan terjadinya makanan pokok serta masih banyak lagi yang berkembang sampai saat ini. Dengan masih dipakainya mitos-mitos tersebut sampai saat ini, maka munculah ketakutan akan mitos-mitos tersebut, ketakutan bila tidak dipercayai maka akan terjadi. Untuk itu diperlukan adanya suatu penelitian-penelitian yang dapat dibuktikan kebenarannya dan merupakan sebuah teori yang disebut dengan ilmiah. Penelitian-penelitian yang jelas terhadap kondisi masyarakat yang masih mempercayai adanya mitos yang dapat membuat mereka takut. Padahal mitos itu belum tentu dapat dibenarkan secara ilmiah. Dengan begitu masyarakat tahu apa yang harus dilakukannya sekarang dan waktu yang akan datang. Tidak hanya mitos untuk orang hamil dan menyusui, mitos-mitos yang lain pun harus mempunyai pembuktian secara ilmiah dan tidak langsung mempercayai mitos-mitos tersebut.
Mitos adalah suatu cerita atau arahan yang dijadikan pedoman hidup manusia. Melalui mitos para orangtua dapat mengajarkan anak-anaknya tentang mana yang baik dan mana yang buruk. Namun arahan itu belum tentu akan berhasil, masih diperlukan kepercayaan anak-anak mereka terhadap mitos. Berbagai macam mitos yang berkembang sampai saat ini menggambarkan bahwa masih ada dari sebagian masyarakat yang masih dapat menerima mitos-mitos tersebut. Dengan kata lain, mereka lebih mempercayai hal-hal yang masih berbau mitos dibandingkan dengan hal-hal yang sudah ilmiah. Sehingga cara pemikiran mereka baru sampai pada tahap metafisik dan philosofi belum sampai pada tahap positivisme.
Sehubungan dengan penjelasan diatas, telah mendorong tim penyusun untuk mengambil judul untuk tugas makalah Ilmu Kealaman Dasar dengan judul bahasan Mitos dan Tokoh-tokoh Pembaharuan



BAB II
PEMBAHASAN
A. Mitos

Adalah perkembangan lebih lanjut dari rasa ingin tahu manusia untuk memenuhi kebutuhan fisik atau kebutuhan alam pikirannya. Rasa ingin tahu manusia ternyata tidak dapat terpuaskan atas dasar pengamatan maupun pengalamannya saja untuk memuaskan alam pikirannya, manusia mereka – reka sendiri jawabannya.
Berdaarkan sejarah perkembangan manusia menurut A. Comte ada tiga tahap,yakni:
a. Tahap teologi atau tahap metafisika
b. Tahap filsafat
c. Tahap positif atau tahap ilmu
Mitos termasuk dalam ahap teologi ata tahap metafisika. Mitologi berarti pengetahuan tentang mitos yang merupakan kumpulan cerita-cerita mitos. Menurut C.A.van Peursen mitos merupakan suatu cerita yang memberikan pedoman tau arahan tertentu kepada sekelompok orang. Cerita itu dapatdi tularkan,dapat pula di ungkapkan lewat tari—tarian atau pementasan wayang dan sebagaianya
Inti certa adalah lamabang lamabang yang mencetuskan pengalaman manusia , juga lamabng kejahatan dan kebaikan,hidup dan kematian,dosa dan penyucian, perkawinan dan kesuburan,irdaus dan akhirat.
Secara garis besar mitos di bedakan atas  tiga macam:
a) .mitos sebenarya
      Manusia berusaha sunggguh sungguh dengan imajinasinya menerapkan gejala alam yang ada,namaun belum tepat,karena kurang pengetauan sehinngga untuk bagian tersebut orang mengaitkanya dengan seorang tokoh atau dewa/dewi.Contoh: gempa bumi diduga terjadi karena atlas ( raksasa yang memikul bumi pada bahunya)sedang memindahkan bumi dari bahu yang satu ke bahu yang lain.
b).Cerita rakyat
      Mitos yang merupakan cerita rakyat adalah usaha manusia mengisahkan peristiwa penting yang menyangkut kehiidupan masyarakat karena cerita rakyat haya di sampaikan dari mulut ke`mulut,maka sulit diperiksa kebenaranya tetapi gejala yang ada dalam masarakat memang ada agar meyakinkan seorang tokoh di kaitkan dengan cerita tersebut

Contoh: Lutung kasarung dari daerah pasundan,bawang merah bawang putih dan timun emas dari jawa tenagah
c). legenda
      Adapun cerita yang berdasarkan mitos disebut legenda,dalam legenda dikemukakan seorang tokoh yang dikaitkan dengan terjadinya suatu daerah.
Contoh: Sangkuriang yang dikaitkan dengan gunung tangkuban perahu dan daratan tinggi bandungyang dahulunya merupakan danau

Maka manusia beranggapan bahwa dewa,hantu,setan atau mahluk gaib lainya yang dianggap sakti atau berkuasa sedang murka.lewat cerita ,mitos ini manusia merasa aman ,merasa dapat menghindarkan diri dari keganasan peristiwa alam.
Mitos itu timbul akibat:
1. keterbatasan pengetahuan manusia

        Pada saat manusia terbatas pengetahuanya ,belum banyak yang mereka ketahui.kebanyakan pengetahuan mereka peroleh dari cerita orang,dan cerita ini pun di ceritakan ke oaring lain.

2.Keterbatasan penalaran manusia

Manusia memang mampu berpikir, namun pemikiran perlu terus-menerus dilatih.pem
ikiran itu sendiri dapat benar dapat pula salah.akhirnya penalaran yang salah akan kalah oleh penalaran yang benar. Untuk itu diperlukan waktu guna menyakinkan.

3. keingintahuan manusia  yang telah  dipenuhi untuk sementara
      Kebenaran memang harus dapat diuterima  oleh akal , tetap sebagian lagi dapat diterima secara intusi, yakni penerimaan atas dasar kata hati tentang suatu yang benar.kata hati irasional dalam kehiidupan awam sudah dapat diteima sebagai suatu kebenaran atau pseudo science

4. keterbatasan  alat indra manusia

· Alat Penglihatan
Ada benda – benda yang bergerak begitu cepat sehingga tak tampak jelas oleh mata. Ada          pula jika benda yang dilihat terlalu jauh maka mata tak mampu melihatnya
· Alat Pendengaran
Pendengaran manusia terbatas pada getaran yang mempunyai frekuensi dari 30 – 30.000 per detik. Getaran dibawah 30 atau diatas 30.000/dHНи tak akan dapat didengar oleh
· Alat Pencium dan Pengecap
Manusia hanya bisa membedakan empat jenis rasa yaitu manis, masam, pahit dan asin.Bau seperti parfum dan bau-bauan yang lain dapat dikenal oleh hidung kita bila konsentrasinya di udara sepersepuluh juta bagian.Dari bau, manusia dapat membedakan benda dengan benda lain namun tidak semua dapat melakukannya.
    
· Alat Perasa
Kulit manusia dapat membedakan panas atau dingin namun sangat relative, sehingga tidak bisa dipakai sebagai alat observasi yang tepat.
Usaha yang lain adalah dengan men ciptakan alat,meskipun masih mengalami kesalahan.pengulangan dengan berbagai cara dapat mengurangi kesalahan pengamatan tersebut. Puncak hasil pemikiran  mitos terjadi  pada zaman  babylonia,yakni ±  700-600 SM .orang babylonia  berpendapat  bahwa  alam semesta itu sebagai ruangan  setengah bola dengan bumi datar  sebagai lantainya sedangkan langit sebagai bintang merupakan atapnya. Yang menajubkan  mereka mengalekliptika atau bidang edar matahari  satu tahun yakni satu kali matahari beredar sampai kembali ke tempat semula yakni selama 365,25 hari. Mereka memperoleh dari kenyataan berdasarkan pengamatan dan pengalaman .
B. TOKOH-TOKOH PEMBAHARUAN

Zaman yunani (600-200 sm)

1.Thales (624-546 sm)
      Tonggak sejarah dan perubahan besar alam pemikiran manusia. Dia seorang ahli astronomi, maematika dan tekhnik Pendapatnya:
a. Bintang mengeluarkan sinarnya sendiri
b. bumi sebagai piring datar terapung diatas air
c. asal usul alam semesta adalah air.
2. Anaximander (610-546 sm)
a.       Alam semesta berbentuk bola, bumi sebagai pusatnya. Langit beserta isinya beredar  mengelilingi bumi (bertahan sampai 2 abad) teori geosentris.
b.      Membuat jam matahari yang terbuat dari tonggak yang di bawahnya di kasih

3. Anaximenes (560-520 sm)
a.        Unsur dasar adalah air, merapat merenggang menjadi api, memadat menjadi tanah.
b.      Teori pertama transmutasi unsure

 4. Pythagoras (500 sm)

a.       Unsur dasar ada empat yaitu tanah, api, udara, dan air.
b.      Ahli matematika, dalil phytagoras
c.        Alam semesta, bumi bulat dan berputar sehingga tampak alam mengelilingi  

5. Empedokles (480-430 sm)

a.       Menyempurnakan pendapat phytagoras, antara unsur dasar ada penyekat / tarik menarik
b.      Tangga tersebut mempersatukan dan memisahka unsur tersebut

 6. Plato (423-347 sm)

a.       Seorang sastrawan. Pola berfikir immaterial. Yang tampak hanya sebagai duplikat dari sesuatu yang kekal dan immaterial.
b.       Menghindari pemikiran yang materalistik

 7. Aristoteles (348-322 sm)
a.       Pemikir terbesar di jamannya.
b.       Membukukan intisari ajaran ajaran sebelumnya, membuang yang tidak masuk akal dan menambahkan pendapatnya sendiri
c.       Bukunya: ensiklopedia
d.       Unsur dasar: hule. Yang dalam kondisi lembab berbentuk udara. Dalam kondisi panas dan kering berbentuk api. Dalam kondisi kering dan dingin berbentuk tanah. Kondisi lembab dan dingin berbentuk air.
e.       Pencetus pola pikir dengan logika yaitu dengan hasil pemikirannya menggunakan pola pikir deduktif (berangkat dari kesimpulan umum menuju kepada kesimpulan khusus)
f.       Pendapat ini bertahan sampai 1500 tahun

 8. Ptolomeus (127-151 m)
a.       Tokoh besar setelah aristoteles yaitu 450 tahun sesudahnya. Bumi sebagai pusat sistem tata surya(geosentris)
b.      Bumi bulat diam seimbang tanpa penyangga
c.       Bintang menempel tetap pada langit dan beredar mengelilingi bumi dalam 24 jam
d.      Planet beredar pada orbitnya

9. Nicolaus copernicus (1473-1543 m )
a.       Merupakan tonggak sejarah pembaharuan atau perintis lahirnya ilmu pengetahuan yaitu dengan bukunya : de revolusionibus orbium coeles human (1507) peredaran atau perputaran alam semesta.
b.      Matahari adalah pusat dari sistem solar, bumi dan planet lain beredar mengelilingi matahari
c.       Bulan beredar mengelilingi bumi dan bersama bumi mengelilingi matahari
d.      Bumi berputar pada porosnya, dari barat ke timur yang menyebabkan siang dan malam

10. Bruno (1548-1600)

Pengikut copernicus yang mengatakan pendapat sebelumnya salah, pendapatnya:
a.       Alam semesta tidak ada batasnya
b.      Bintang tersebar di jagat raya ini.

11. Antonie Laurent Lavoisier (1743-1793)
Adalah seorang tokoh yang memulai eksperimen yang berulang-ulang telah dapat membuktikan bahwa pada proses pembakaran terjadi reaksi antara bahan yang dibakar dengan bahan oksigen yang terdapat di udara.
 
12. Herakleitos (560-470  SM)
Ia berpendapat bahwa justru apilah yang menjadi enyebab transmutasi itu,tanpa api benda-benda akan tetap seperti apa adanya.
TOKOH PEMBAHARU (9-11 m)

1. Al – Khawarizzin, Al – Fhargani, Al – Bhatani (abad 9)
2. Abdul Weva, Al – Khindi, Al – Farabi (filosof abad 10)
3. Omar Khayam, Zarodi, Al – Ghazali (filospf abad 11)
4. Avicenna (Ibnu Sina) filosofi ahli ilmu pengetahuan dan kedokteran.
5. Al – Biruni

BAB III
KESIMPULAN
Jadi, mitos itu dapat diterima oleh masyarakat pada masa itu karena:
·         Keterbatasan Pengetahuan
Pada masa itu manusia belum memiliki banyak pengetahuan. Pengetahuan mereka hanya terbatas pada cerita dari oranglain, karena ada seseorang yang mengetahui sesuatu hal, kemudian diceritakan kepada oranglain.
·         Keterbatasan Penalaran Manusia
Manusia memang mampu berfikir, namun pemikirannya perlu terus menerus dilatih. Namun pemikiran itu dapat benar juga dapat salah. Untuk itu perlu waktu guna meyakinkan bahwa penalaran itu benar adanya.
·         Keingintahuan Manusia yang telah Dipenuhi untuk Sementara
Kebenaran memang harus dapatditerima oleh akal, tetapi sebagian lagi dapat diterima secara intuisi, yakni penerimaan atas dasar kata hati tentang sesuatu yang benar, yang menurut masyarakat awam dapat diterima sebagai suatu kebenaran.
Dalam perkembangannya, mitos tak selamanya mitos. Karena kemajuan berfikir manusia yang sangat pesat, akhirnya ditemukan alasan yang masuk akal dan dapat dipertanggung jawabkan melalui penelitian yang akhirnya dikukuhkan sebagai pengetahuan.
















No comments:

Post a Comment